Thursday, 7 March 2013

Makalah Oksigen


OKSIGENASI


A. PENGERTIAN

Oksigen ( O2 ) adalah salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel – sel tubuh.Secara normal elemen ini diperoleh dengan cara menghirup O2 ruangan setiap kali bernapas.

B. KONSEP DASAR

    Penympaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh :
1    Sistem respirasi / pernapasan
Sistem pernapasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru – paru dan setiap ventilasi yang terdiri atas dinding dada, otot – otot pernapasan, diafragma, isi abdomen dan pusat pernapasan diotak. Pada keadaan istirahat frekuansi pernapasan antara 12 – 15 kali per menit.
Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu :
a.    Ventilasi
Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara ke paru – paru, jumlanya sekitar 500 ml.
b.    Perfusi paru
Perfusi paru adalah gerakan darah yang melewati sirkulasi paru untuk di oksigenasi, dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari vertikal kanan jantung.
c.    Difusi
Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan kosentrasi tinggi ke area kosentrasi rendah.




2    Kardiovaskuler
Kemampuan oksigenasi pada jaringan sangat dipengaruhi oleh fungsi jantung untuk memompa darah sebagai transpor oksigen. Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonaris. Aliran darah keluar dari vertikal kiri menuju aorta kemudian dari aorta darah disalurkan ke seluruh sirkulasi sistemik melalui arteri, arteriol, dan kapiler serta menyatu kembali membentuk vena yang kemudian ke jantung melalui atrium kanan.
Darah dari atrium kanan masuk dalam vertikal kanan melalui katup trikuspidalis kemudian keluar ke arteri pulmonaris melalui katup pulmonalis untuk kemudian dialirkan ke paru – paru kanan dan kiri untuk berdifusi. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali ke atrium kiri dan bersikulasi secara sistemik berdampak pada kemampuan transpor gas oksigen dan karbon dioksida.
3    Keadaan hematologi
Oksigen membutuhkan transpor dari paru – paru ke jaringan dan karbon dioksida dari jaringan ke paru – paru. Sekitar 97 % oksigen dalam darah dibawah eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3 % oksigen larut dalam plasma, setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari ke empat molekul besi dalam hemoglobin berkaitan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2).
Faktor – faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen antara lain :
1    Faktor fisiologi
2    Faktor perkembangan
3    Faktor perilaku
4    Faktor lingkungan
Perubahan – perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi yaitu :
1.    Gangguan konduksi
2.    Perubahan cardiac output
3.    Kerusakan fungsi katup




Perubahan fungsi pernapasan :
1.    Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru – paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. Hiperventilasi dapat disebabkan karena :
•    Kecemasan
•    Infeksi / sepsis
•    Keracunan obat – obat
•    Ketidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik.
Tanda – tanda dan gejala hiperventilasi adalah takiradia, napas pendek, nyeri dada (chest pain), menurunnya kosentrasi, disorientasi, tinnitus.
2.    Hipoventilasi
Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. Biasanya terjadi pada  keadaan atelektasis (kolaps paru).
Tanda – tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala, penurunan kesadaran, disoreintasi, kardiakdisritmia, ketidakseimbangan elektrolit, kejang, dan kardiak arrest.
3.    Hipoksia
Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang di insperasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler.
Hipoksia dapat diperoleh oleh :
•    Menurunnya hemoglobin
•    Berkurangannya kosentrasi O2 jika berada di puncak gunung.
•    Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti pada keracunan sianida.
•    Menurunnya difusi O2 dari alveoli kedalam darah seperti pada pnemonia.
•    Menurunya perfusi jaringan pada syok.
•    Kerusakan / gangguan ventilasi
Tanda – tanda hipoksia antara lain : kelelahan, kecemasan, menurunnya kemampuan kosentrasi, nadi meningkat, pernapasan cepat dan dalam, sianosis dan sesak napas.
























ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. T
DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN OKSIGENASIDI RUANG PALM
RSUD DR. SOESELO SLAWI












Dosen Pengampu:
Ahmad Zakiudin, S.KM

Disusun Oleh:
Dwi Netie Herawati
Inayati Ulin Ni’mah
Slamet Riyadi

AKADEMI KEPERAWATAN AL HIKMAH 02
BENDA SIRAMPOG BREBES
2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. T
DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN OKSIGENASI
DI RUANG PALM RSUD SOESELO SLAWI

Tanggal masuk rumah sakit    : 2 juli 2012
Tanggal pengkajian        : 3 juli 2012-07-28
Ruang rawat rumah sakit    : PALM
Diagnosa medis            : tuberculosis
No. RM                : 253565

1.    BIODATA
A.    Identitas klien
Nama lengkap    : Ny. T
Jenis kelamin    : perempuan
Usia        : 64 tahun
TTL            : tegal, 31 Desember 1948
Status         : kawin
Agama         : islam
Suku bangsa     : indonesia
Pendidikan         : SD
Alamat         : jatibogor
B.    Identitas penanggung jawab
Nama             : Tn. S
Umur             : 66 tahun
Alamat             : jatibogor
Pekerjaan             : petani
Hubungan dengan klien    : suami
2.    RIWAYAT KESEHATAN
a.    Keluhan utama : klien mengatakan sesak nafas
b.    Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengatakan sesak nafas kurang lebih sudah 3 bulan yang lalu,selama sakit klien hanya di bawa ke puskesmas,akhirnya klien di bawa ke RSUD dr. Soeselo slawi pada tanggal 2 juli 2012.
c.    Riwayat kesehatan masa lalu
Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang sama dan belum pernah dirawat di rumah sakit.
3.    PEMERIKSAAN FISIK
1.    pemeriksaan umum
a.    keadaan umum : sedang
b.    kesadaran komposmentis
c.    tanda-tanda vital
1.    tekanan darah    : 120/80 mmhg
2.    denyut nadi        : 84 kali permenit
3.    suhu tubuh         : 36 derajat celcius
4.    pernafasan        : 30 kali permenit
d.    berat badan        : 48 kg
e.    tinggi badan        : 150 cm
pemeriksaan head to toe
a.    kepala
1.    wajah dan kulit kepala
bentuk wajah klien simetris,ekspresi wajah klien meringis karena sesak nafas,warna rambut hitam, tidak ada nyeri tekan pada bagian kepala dan wajah.
2.    Mata
Mata simetris, palpebrae tidak edema, sclera an ikhterik, konjungtiva an anemis, tidak ada benjolan pada mata, penglihatan nornal.
3.    Hidung
Tidak ada polip, keadaan septum bersih, tidak ada sekret, tidak ada radang dan tidak ada nyeri tekan.
4.    Telinga
Canalis bersih, fungsi pendengaran nornal.
5.    Mulut
Keadaan mulut bersih, terdapat karies atua karang, tidak ada radang pada gusi, tidak berbau.
b.    Leher
Tidak ada pembesaran thyroid, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
c.    Thorax dan paru
I    : bentuk dada simetris,pergerakan dada normal,payudara normal,pola nafas takipnea, RR:30 kali permenit
Pa    : vokal fremitus anterior kanan=kiri, posterior kanan=kiri, tidak ada nyeri tekan.
A    : suara vesikuler, ada nyeri tekan.
Pe    : suara sonor pada paru kanan=kiri.
d.    Jantung
I    : lokasi ictus di midclavikula dan denyut jantung nampak
Pa    : denyut jsntung teraba dengan gerakan
Pe    : disic 5 mid axial dari lateral ke media bunyinya sonor sampai dengan dengan sternum 2 jari ke sternum pekak
e.    Abdomen
I    : abdomen normal, tidak ada luka.
A     : peristaltik 20 kali permenit
Pa    : hepar tidak ada pembengkakan, lien tidak ada pembengkakan, tidak ada nyeri tekan.
Pe    : sara tympani
f.    Ginjal
Tidak ada nyeri tekan
g.    Genetalia
Klien berjenis kelamin perempuan
h.    Muskuluskeletal
Ekstermitas atas    : simetris, tidak ada edena, tidak ada nyeri tekan, tangan kiri terpasang infus RL.
Ekstermitas bawah    : kaki kanan dan kiri simetris, tidak ada nyeri tekan.
i.    Integumen
Warna kulit sawo matang, turgor kulit baik, tidak ada nyeri tekan.
4. POLA KEGIATAN SEHARI-HARI
1.    Pola managemen terhadap kesehatan dan persepsi terhadap kesehatan
2.    Nutrisi dan metabolisme
Sebelum sakit    : klien mengatakan pola makan tidak teratur, minum 4-6 gelas per hari.
Selama sakit    : klien mengatakan nafsu makan menurun, makan 3 kali perhari dengan menu yang di sediakan di RS, yaitu bubur, sayur dan telor, makan habis 3-4 sendok, minum air putih 1-2 gelas per hari.
3.    Eliminasi urin dan feses
Sebelum sakit    :
BAK    :klien mengatakan BAK 5-6 kali per hari, warna kuning, bau amoniak.
BAB    : klien mengatakan BAB 1-2 kali per hari, warna kuning.
Selama sakit    :
BAK    : klien mengatakan BAK 3-4 kali perhari, warna kuning, bau amoniak.
BAB    : klien mengatakan BAB 1 kali per hari, lembek, warna kuning.
4.    Istirahat dan tidur
Sebelum sakit    :klien mengatakan tidur malam jam 20.00 wib, bangun jam 04.00 wib, jarang tidur siang, tidak mudah terbangun saat tidur.
Selama sakit    : klien mengatakan susah tidur karena terganggu dengan kondisi lingkungan di RS dan jarang tidur siang.
5.    Aktifitas dan latihan (termasuk rekreasi)
Sebelum sakit    : klien mengatakan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Selama sakit    : klien mengatakan aktivitas dibantu oleh keluarganya, seperti:makan, minum, ke toilet, berpakaian
6.    Persepsi kognitif
Klien tampak lemah,sering bertanya pada perawat tentang penyakit dan kondisinya, panca indra masih baik
7.    Konsep diri
Klien pad saat sehat dapat melakukan aktivitas seperti biasa, klien juga selalu optimis bahwa suatu saat penyakitnya akan sembuh dan bisa pulang kerumah
8.    Peran dan hubungan
Orang terdekat klien adalahkeluarganya, klien juga mudah bergaul, jika ada masalah klien selalu menyelesaikannya dengan keluarganya
9.    Produksi dan seksualitas
Klien mengatakan berjenis kelanim perempuan
10.    Toleransi stres dan koping
Klien mengatakan jika ada masalah diselesaikan dengan keluarganya
11.    Nilai dan kepercayaan
Klien mengatakan beragama islam dan keluarganya juga beragama islam
5. TERAPI
Terapi    dosis    Cara pemberian
NaCl
Cefotaxim
Ranitidin
Kalnex
Vit K
O2     20 tpm
1 gr
1 amp
1gr

3 l/menit    Iv
Iv
Iv
Iv
Iv



6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
No lab    :12017612
Pemeriksaan    Hasil     satuan    Nilai rujukan
Hematologi
Paket darah lengkap
Leukosit
Eritrosit
Hemoglobin
Hematokrit
MCV
MCH
MCHC
Trombosit
DIFE COUNT
Eosinofil
Basofil
Netrofil
Limfosit
monosit   

95
H 5,4
L 7,5
L 31
L 58
L 14
L 24
H 595

2,30
0,60
67,30
L 17,30
H 12,50   

10^3/ul
10^6/ul
g/dl
%
FL
Pg
g/dl
10^3/ul

%
%
%
%
%   

3,6-11,0
3,8-5,20
11,7-15,5
35-47
80-100
26-34
32-36
150-400

2,00-4,00
0-1
50-70
25-40
2-8

7. ANALISA DATA
No     Tanggal     Data     Etiologi     Problem
1    3 juli 2012    Ds :klien mengatakan sesak,batuk
Do : -klien tampak lemas
-RR:30 kali permenit
-td:120/80    Spasme bronkus    Gangguan pertukaran gas
2    3 juli 2012    Ds : klien mengatakan nafsu makan menurun
Do : -klien tmpak lemas
-makan habis 3-4 sendok
-minum air putih 1-2 gelas per hari    anoreksia    Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3    3 juli 2012    Ds : klien mengatakan susah tidur,mudah terbangun saat tidur
Do : klien tampak lemas    Faktor psikologis    Pemenuhan kebutuhan istirahat

4    3 juli 2012    Ds :klien mengatakan aktivitas di bantu oleh keluarganya,seperti:makan,minum,ke toilet,berpakaian
Do : -klien tampak sesak
-aktivitas dibantu olek keluarganya    Kelemahan fisik    Imobilisasi aktivitas

8.    DAFTAR MASALAH
No     Diagnosa keperawatan    Tanggal timbul masalah    Tanggal teratasi    TTD
1    Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan spasme bronkus    2 juli 2012    5 juli 2012   
2    Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan faktor biologi    3 juli 2012    5 juli 2012    
3    Pemenuhan kebutuhan istirahat berhubungan dengan faktor psikologis    3 juli 2012    5 juli 2012   
4    Imobilisasi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik    3 juli 2012    5    juli 2012   

9.    RENCANA KEPERAWATAN
Tanggal    Dx     Tujuan dan kriteria    intervensi    TTD
2 juli 2012    1    Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan klien tidakmenhalami gangguan oksigenasi,dengan kriteria hasil:
-RR24 kali per menit
-suara nafas bersih
-tidak ada ronkhi/wheezing    1. buka jalan nafas agar efektif
2. Lakukan fisioterapi dada
3. auskultasi suara nafas
4. monitor respirasi dan status O2    
3 juli2012    2    Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam di harapkan kebutuhan nutrisi klien terpenuhi,dengan kriteria hasil:
-makan habis 1 porsi-minum 6-8 gelas per hari    1. kaji pola makan
2. ketahui makanan kesukaan klien
3. anjurkan klien makan sediit tapi sering
4. kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diit   
3 juli 2012    3    Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan kebutuhan istirahat klien ter penuhi,dengan kriteria hasil :
-tidur 8 jam
-tidak mudah terbangun saat tidur
-ekspresi wajah segar    1. kaji pola tidur
2. berikan lingkungan yang tenang
3. anjurkan tidur siang 1-2 jam per hari
4. ajarkan hindari makanan yang dapat mengganggu jam tidur   
3 juli 2012    4    Setelah dilakukan tindakan keperawatan  selama 3x24 jam diharapkan klien dapat beraktivitas secara mandiri, dengan kriteria hasil :
Makan,minum,ketoilet dilakukan sendiri tanpa bantuan keluarga    1. libatkan keluarga dalam pemenuhan aktivitas klien
2. bantu klien mengubah posisi secara berkala
3. berikan istirahat yang adekuat   

10. IMPLEMENTASI
Tanggal     Jam     No dx     Implementasi     Respon     TTD
5 juli 2012    09.00    1    -membuka jalan nafas agar efektif

-melakukan fisioterapi dada
-memeriksa suara nafas pasien
-memberikan O2 dan memonitor respirasi    -Klien mengikuti perintah perawat
-klien tampak rileks

-suara nafas bersih

-klien nampak rileks dan mudah bernafas
   
5 juli 2012    11.00    2    -mengkaji pola makan
-mengetahui makanan kesukaan klien
-menganjurkan klien makan sedikit tapi sering
-berkolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diit    -minum air putih
-makanan kesukaanklien sayur
-klien makan habis 1 porsi



-klien mau makan walaupun sedikit   
6 juli 2012    09.00    3    -mengkaji pola tidur




-memberikan lingkungan yang tenang
-menganjurkan tidur siang min 1-2 jam per hari
-mengajarkan klien untuk menghindari makanan yang dapat mengganggu jam tidur    -klien tidur malan jam20.00-05.00’tidur siang jam 13.00-14.00
-klien tampak nyaman

-klien dapat tidur siang



-klien tidak minum teh manis menjelang tidur   
6 juli 2012    11.00    4    -melibatkan keluarga dalam pemenuhan aktivitas klien
-membantu klien untuk mengubah posisinya secara berkala
-memberikan istirahat yang adekuat    -keluarga mau membantu klien beraktivitas

-klien mau mengubah posisi miring kanan/kiri tiap 2 jan sekali
-klien dapat beristirahat sesuai dengan kebutuhan   

10.    EVALUASI
Tanggal/jam    Dx     Catatan perkembangan     TTD
5 juli 2012/09.00    1    S : -kliem mengatakan mudah untuk bernafas
-btuk efektif
O : -suara normal
-jalan nafs bersih
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi   
5 juli 2012/11.30    2    S : klien mengatakan nafsu makan bertambah
O : -makan habis 1 porsi
-suara abdomen timpani
A : maslah teratasi
P : hentikan intervensi   
6 juli 2012/09.00    3    S : klien mengatakan sudah dapat tidur malam
O : -konjungtiva an anemis
-wajah tampak segar   
6 juli 2012/11.00    4    S : klien mengatakan dapat beraktivitas secara mandiri
O : makan,minum dapat dilakukan sendiri
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi