Sunday, 10 March 2013

Makalah EKSTRASI VAKUM

EKSTRASI VAKUM


PENGERTIAN

Ekstraksi vakum merupakam tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kalapengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu danekstraksi pada bayi. Oleh karenaitu, kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya, merupakan faktoryang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan kearah yang sama. Tarikan pada kulit kepala bayi, dilakukan dengan membuat cengkramanyang dihasilkan dari aplikasi tekanan negatif (vakum). Mangkuk logam atau silastik akanmemegang kulit kepala yang akibat tekanan vakum, menjadi kaput artifisial. Mangkukdihubungkan dengan tuas penarik (yang dipegang oleh penolong persalinan), melaluiseutas rantai. Ada 3 gaya yang bekerja pada prosedur ini, yaitu tekanan interauterin (olehkontraksi) tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan) dan gaya tarik (ekstraksi vakum).

INDIKASI
○Kala II lama dengan presentasi kepala belakang/verteks.

KONTRA INDIKASI
○Malpresentasi (dahi, puncak, kepala, muka, bokong).
○Panggul sempit (disproporsi kepala-panggul).

SYARAT KHUSUS
○Pembukaan lengkap atau hampir lengkap
○Presentasi kepala
○Cukup bulan (tidak prematur)
○Tidak ada kesempitan panggul
○Anak hidup dan tidak gawat janin
○Penurunan H III/III+ (Puskesmas H IV / dasar panggul)
○Kontraksi baik
○Ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan




EKSTRAKSI VAKUM

-    Kaji ulang dengan syarat-syarat:
•    Presentasi belakang kepala/verteks;
•    Janin cukup bulan;
•    Pembukaan lengkap;
•    Kepala di H III-IV atau 1/5 – 2/5.
-    Persetujuan tindakan medis.
-    Berikan dukungan emosional. Jika perlu, lakukan blok pudendal (hal-75).
-    Persiapan alat-alat sebelum tindakan: untuk pasien, penolong (operator dan asisten), dan bayi.
-    Pencegahan infeksi sebelum tindakan.
-    Periksa dalam untuk menilai posisi kepala bayi dengan meraba sutura sagitalis dan ubun-ubun kecil/posterior (Gambar 38.2)
-    Masukkan mangkok vakum melalui introitus vagina secara miring dan pasangpada kepala bayi dengan titik tengah mangkokpada sutura sagitalis ± 1 cmanterior dari ubun-ubun kecil (Gambar 38.3)
-    Nilai apakah diperlukan episiotomi. Jika episiotomi tidak diperlukan pada saat pemasangan mangkok, mungkin diperlukan pada saat perineum meregang, ketikakepala akan lahir.
-    Pastikan tidak ada bagian vagina atau porsio yang terjepit.
-    Pompa hingga tekanan skala 10 (silastik) atau negatif – 0,2 kg/cm2 (Malmstrom),dan periksa aplikasi mangkok (minta asisten menurunkan tekanan secarabertahap).
-    Setelah 2 menit naikkan hingga skala 60 (silastik) atau negatif – 0,6 kg/ cm2 (Malmstrom), periksa aplikasi mangkok, tunggu 2 menit lagi Periksa adakah jaringan vagina yang terjepit. Jika ada, turunkan tekanan dan lepaskan jaringan yang terjepit tesebut.
-    Setelah mencapai tekanan negatif yang maksimal, lakukan traksi searah dengan sumbu panggul dan tegak lurus pada mangkok.
-    Tarikan dilakukann pada puncak his (Gambar 38.4) dengan mengikuti sumbujalan lahir. Pada saat penarikan(pada puncak his) minta pasien meneran. Posisitangan: tangan luar menarik pengait, ibu jari tangan dalam pada mangkok,telunjuk dan jari tengah pada kulit kepala bayi.
-    Tarikan bisa diulangi sampai 3 kali saja.
-    Lakukan pemeriksaan diantara kontraksi:
•    Denyut jantung janin,
•    Aplikasi mangkok
-    Saat suboksiput sudah berada di bawah simfisis, arahkan tarikan ke atas hinggalahirlah berturut-turut dahi, muka, dan dagu. Segera lepaskan mangkok vakumdengan membuka tekanan negatif.
-    Selanjutnya kelahiran bayi dan plasenta dilakukan seperti pertolongan persalinan normal.





























EKSTRAKSI VAKUM


LANGKAH KLINIK
A.    PERSETUJUAN TINDAKAN
B.    PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN

I.    Pasien

1.    Cairan dan slang infus sudah terpasang, Perut bawah dan lipat paha Sudah dibersihkan dengan air dan sabun.
2.    Uji fungsi dan perlengkapan perlatan ekstraksi vakum.
3.    Siapkan alas bokong, sarung kaki dan penutup perut bawah.
4.    Medikamentosa
a.    Oksigen
b.    Ergometrin
c.    Prokain 1%
5.     Larutkan antiseptik (Povidon lodin 10%)
6.    Oksigen dengan regulator
7.    Instrumen
a.    Set partus : 1 set
b.    Vakum ekstraktor : 1 setc. Klem ovum : 2
c.    Cunam tampon : 1 Tabung 5 ml dan
d.    jarum suntik No.23 (sekali pakai) : 2
e.    Spekulum Sim’s atau L dan kateter karet : 2 dan 1

II.    Penolong (operator dan asisten)
1.    Baju kamar tindakan, pelapis plastik, masker dan kacamata pelindung : 3 set
2.    Sarung tangan DTT/steril : 4 pasang
3.    Alas kaki (sepatu/”boot” karet) : 3 pasang
4.    Instrumen
a.    Lampu sorot : 1
b.    Monoaural stetoskop dan stetoskop, tensimeter : 1



III.    Bayi

1.    Instrumen
a.    Penghisap lendir dan sudep/penekan lidah : 1 set
b.    Kain penyeka muka dan badan : 2
c.    Meja bersih, kering dan hangat (untuk tindakan) : 1
d.    Inkubator : 1 set
e.    Pemotong dan pengikat tali pusat : 1 set
f.    Tabung 20 ml dan jarum suntik No. 23/ insulin (sekali pakai) : 2
g.    Kateter intravena atau jarum kupu-kupu : 2
h.    Popok dan selimut : 1
i.    Alat resusitasi bayi

2.    Medikamentosa