Saturday, 9 March 2013

PERDARAHAN POST PARTUM (HPP)

PERDARAHAN POST PARTUM (HPP)

Perdarahan merupakan sebab utama dari syok yang terjadi dalam praktek kebidanan. Perdarahan dapat timbul akibat dari : abortus, Kehamilan ektopik, Mola hidatidosa, gangguan Pelepasan plasenta, Atonia Uteri post partum, Plasenta privea, Ruptur rahim dsb.

PENANGANAN SYOK HEMORAGIK.

Pada syok hemoragik tindakan yang esensial adalah menghentikan perdarahan dan mengganti kehilangan darah. Setelah diketahui adanya syok hemoragik, penderita dibaringkan dalam posisi trendelenburg, yaitu dalam posisi terlentang biasa dengan kaki sedikit tinggi (30 ). Dijaga jangan sampai penderita kedinginan badannya. Setelah kebebasan jalan nafas terjamin,
untuk meningkatkan oksigenasi dapat diberi oksigen 100% kira-kira 5 liter/menit melalui jalan nafas. Sampai diperoleh persediaan darah untuk transfusi, pada penderita infus segera diberi cairan dalam bentuk larutan seperti NaCl 0,9%, Ringer Laktat, Dextrans, plasma dsb.
Sebagai pedoman untuk menentukan jumlah volume cairan yang diperlukan , dipergunakan ukuran  Tekanan Vena Pusat ( CVP ) dan keadaan deuresis. CVP dapat digunakan untuk menilai hubungan antara volume darah yang mengalir ke jantung dan daya kerja jantung. Tinggi CVP pada seseorang yang sehat yang berbaring adalah 5 - 8 cm air. Tekanan akan menurun jika volume darah menjadi kurang dan akan menaik dengan berkurangnya daya kerja jantung. Dengan demikian, CVP penting untuk imformasi seseimbangan antara darah yang mengalir kejantung dan kekuatan jantung, dan untuk menjaga jangan sampai pemberian cairan dengan  jalan infus berlebihan. Selama CVP masih rendah pemberian cairan dapat diteruskan, tetapi jika CVP lebih dari normal (15-16 cm air), hal ini merupakan isyarat untuk menghentikan atau mengurangi pemberian cairan melalui infus.
Pemeriksaan hematokrit berguna sebagai pedoman pemberian darah. Kadar hematokrit normal adalah 40 % , dan pada perdarah perlu diberikan darah sekian banyak, sehingga hematokrit tidak kuran dari 30% .
Jika dianggap perlu pada penderita syok hemoragik diberi cairan Bicarbonat natrikus untuk mencegah atau menanggulangi asidosis. Penampilan klinis pendrita banyak memberikan isyarat mengenai keadaan penderita dan hasil perawatannya.