Sunday, 10 March 2013

Makalah Ketidak Nyamanan

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Askeb 1 yang di berikan oleh Dosen pengajar. Dalam makalah ini penulis membahas tentang "Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil TM III"
Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari adanya berbagai kekurangan,baik dalam isi materi maupun penyusunan kalimat. Namun demikian, perbaikan merupakan hal yang berlanjut sehingga kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan.
Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada  teman-teman sekalian yang telah membaca dan mempelajari makalah ini. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ketidaknyamanan kehamilan trimester III adalah keadaan tidak nyaman yang dirasakan oleh ibu hamil trimester III yaitu dari mulai umur kehamilan 28 minggu sampai 40minggu. Ketidaknyamanan kehamilan trimester III meliputi: Peningkatan frekuensi berkemih/nokturia, Konstipasi/ sembelit, Edema, Insomnia, Nyeri pinggang , Keringat berlebihan dan sebagainya
    Tidak semua wanita mengalami semua ketidaknyamanan yang umum muncul selama kehamilan, tetapi banyak wanita mengalaminya dalam tingkat ringan hingga berat. Bebasnya seorang wanita dari ketidaknyamanan tersebut dapat membuat perbedaan signifikan terhadap cara wanita memandang pengalaman kehamilannya. Aspek fisiologis,anatomis dan psikologis yang mendasari setiap ketidaknyamanan (jika diketahui) dijelaskan untuk merangsang pikiran ibu hamil mencari upaya lebih lanjut untuk mengatasinya.

B. Tujuan Makalah

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui ketidaknyamanan yang di rasakan oleh wanita selama kehamilan khususnya yang dialami pada kehamilan TM III.Pada kehamilan TM III uterus sudah semakin membesar dan tentunya semakin banyak keluhan-keluhan yang di rasakan oleh ibu.Adanya keluhan-keluhan ini ibu akan semakin tidak nyaman.Disini juga akan dijelaskan penyebab dan penatalaksanaan pada keluhan-keluhan yang muncul.Dengan dibuatnya makalah ini di harapkan setiap wanita harus menerima atau mengetahui ketidaknyamanan apa saja yang di rasakan ketika nanti hamil dan mengetahui bagaimana cara untuk mengatasinya.


   













BAB II
ISI

A. Ketidaknyamanan yang Muncul pada Ibu Hamil TM III

Adapun ketidaknyaman-ketidaknyaman yang bisa terjadi pada ibu hamil trimester III adalah:

1.    Konstipasi atau Sembelit

    Konstipasi atau Sembelit selama kehamilan terjadi karena: Peningkatan hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien, konstipasi juga dipengaruhi karena perubahan uterus yang semakin membesar, sehingga uterus menekan daerah perut, dan penyebab lain konstipasi atau sembelit adalah karena tablet besi (iron) yang diberikan oleh dokter/ bidan pada ibu hamil biasanya menyebabkan konstipasi juga, selain itu tablet besi juga menyebabkan warna feses (tinja) ibu hamil berwarna kehitam-hitaman tetapi tidak perlu dikhawatirkan oleh ibu hamil karena perubahan warna feses karena pengaruh zat besi ini adalah normal

Cara mengatasi konstipasi atau sembelit adalah:
1)    Minum air putih yang cukup minimal 6-8 gelas/ hari.
2)    Makanlah makanan yang berserat tinggi seerti sayuran dan buah-buahan.
3)    Lakukanlah olahraga ringan secara teratur seperti berjalan (Jogging).
4)    Segera konsultasikan ke dokter/ bidan apabila konstipasi atau sembelit tetap terjadi setelah menjalankan cara-cara no. 1 sampai 3 diatas 2.

2.    Edema atau pembengkakan

    Edema pada kaki timbul akibat gangguan sirkulasi vena dan peningkatan tekanan vena pada ekstremitas bagian bawah. Gangguan sirkulasi ini disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar pada vena-vena panggul saat wanita tersebut duduk atau berdiri pada vena kava inferior saat ia berada dalam posisi terlentang. Pakaian ketat yang menghambat aliran balik vena dari ekstremitas bagian bawah juga memperburuk masalah. Edema akibat kaki yang menggantung secara umum terlihat pada area pergelangan kaki dan hal ini harus dibedakan dengan perbedaan edema karena preeklamsia/eklamsia5
Adapun cara penangaannya adalah sebagi berikut:.
1) Hindari menggunakan pakaian ketat
2) Elevasi kaki secara teratur sepanjang hari
3) Posisi menghadap kesamping saat berbaring
4) Penggunaan penyokong atau korset pada abdomen maternal yang dapat melonggarkan vena-vena panggul

3.    Insomnia

    Pada ibu hamil, gangguan tidur umunya terjadi pada trimester I dan trimester III. Pada trimester III gangguan ini terjadi karena ibu hamil sering kencing (dibahas pada sub bahasan sebelumnya yaitu sering buang air kecil/nokturia), gangguan ini juga disebabkan oleh rasa tidak nyaman yang dirasakan ibu hamil seperti bertambahnya ukuran rahim yang mengganggu gerak ibu.

Beberapa cara untuk mengurangi gangguan insomnia, yaitu:
1)    Ibu hamil diharapkan menghindari rokok dan minuman beralkohol
Menghindari merokok dan mengkonsumsi alcohol pada saat hamil. Selain membahayakan janin, rokok dan alkohol juga membuat ibu hamil sulit tidur.

2)    Ibu hamil diharapkan menghindari kafein
Menghindari kafein dapat membuat seseorang susah tidur dan membuat jantung berdebar. Selain, selain terdapat pada kopi, kafein juga terdapat pada teh soda, dan cokelat.

3)    Sejukkan kamar tidur. Hentikan olahraga, setidaknya 3 atau 4 jam sebelum tidur
Melakukan latihan fisik atau berolahraga ringan selama hamil memang sangat baik untuk menunjang kesehatan fisik dan mental ibu. Namun, jangan sampai karena berolahraga, jangan sampai tubuh ibu tidak sempat untuk beristirahat cukup setelah berolahraga.

4)    Usahakan tidur sebentar di siang hari
Tidur di siang hari dapat membantu ibu mengusir rasa lelah. Sebaiknya tidur di sing hari cukup dilakukan 30 sampai 60 menit saja. Jika ibu terlalu lama tudursiang, bisa jadi ibu tidak dapat tidur di malam hari.

5)    Buat jadwal yang teratur
Mengatur waktu tidur dan bangun akan membantu ibu untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya. Untuk mempermudah tertidur, usahakan agar ibu tenang dan rileks.

6)    Biasakan miring kiri
Biasakan tidur dalam posisi miring ke kiri mulai trimester pertama sampai akhir kehamilan. Posisi tidur miring ke kiri juga akan membantu darah dan nutrisi mengalirlancar ke janin dan rahim, serta membantu ginjal untuk sedikit memperlambat produksi urine. Membiasakan tidur dalam posisi ini juga bermanfaat untuk membantu ibu tidur lebih optimal ketika perut semakin membesar pada trimester III.

7)    Kurangi minum pada malam hari
Sebaiknya ibu lebih banyak minum pada pagi dan siang hari untuk mengurangi frekuensi buang air kecil pada malam hari yang berakibat juga ibu sering kencing pada malam hari.

8)    Minum segelas susu hangat
Meminum segelas susu hangat akan membuat ibu hamil mudah terlelap. Kandungan asam amino tryptophan yang terdapat dalam susu akan meningkatkan kadar serotonin dalam otak dan membantu ibu hamil tidur. Susu juga akan membangkitkan hormone melatonin dalam darah yang membuat seseorang menjadi mudah mengantuk13.

4.    Nyeri punggung bawah (Nyeri Pinggang)

    Nyeri punggung bawah (Nyeri pinggang) merupakan nyeri punggung yang terjadi pada area lumbosakral. Nyeri punggung bawah biasanya akan meningkat intensitasnya seiring pertambahan usia kehamilan karena nyeri ini merupakan akibat pergeseran pusat gravitasi wanita tersebut dan postur tubuhnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh berat uterus yang membesar. Jika wanita tersebut tidak memberi perhatian penuh terhadap postur tubuhnya maka ia akan berjalan dengan ayunan tubuh kebelakang akibat peningkatan lordosis. Lengkung ini kemudian akan meregangkan otot punggung dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
Masalah memburuk apabila wanita hamil memiliki struktur otot abdomen yang lemah sehingga gagal menopang berat rahim yang membesar. Tanpa sokongan, uterus akan mengendur. Kondisi yang membuat lengkung punggung semakin memanjang. Kelemahan otot abdomen lebih sering terjadi pada wanta grande multipara yang tidak pernah melakukan latihan untuk memperoleh kembali struktur otot abdomen normal. Nyeri punggung juga bisa disebabkan karena membungkuk yang berlebihan, berjalan tanpa istirahat, angkat beban, hal ini diperparah apabila dilakukan dalam kondisi wanita hamil sedang lelah. Mekanika tubuh yang tepat saat mengangkat beban sangat penting diterapkan untuk menghindari peregangan otot tipe ini.

 Berikut ini adalah dua prinsip penting yang sebaiknya dilakukan oleh ibu hamil:
a)    Tekuk kaki daripada membungkuk ketika mengambil atau mengangkat apapun dari bawah
b)    Lebarkan kedua kaki dan tempatkan satu kaki sedikit didepan kaki yang lain saat menekukan kaki sehingga terdapat jarak yang cukup saat bangkit dari proses setengah jongkok

Cara untuk mengatasi ketidaknyamanan ini antara lain:
1)    Postur tubuh yang baik
2)    Mekanik tubuh yang tepat saat mengangkat beban
3)    Hindari membungkuk berlebihan, mengangkat beban, dan berjalan tanpa istirahat
4)    Gunakan sepatu bertumit rendah; sepatu tumit tinggi tidak stabil dan memperberat masalah pada pusat gravitasi dan lordosis
5)    Jika masalah bertambah parah, pergunakan penyokong penyokong abdomen eksternal dianjurkan (contoh korset maternal atau belly band yang elastic)
6)    Kompres hangat (jangan terlalu panas) pada punggung (contoh bantalan pemanas, mandi air hangat, duduk di bawah siraman air hangat)
7)    Kompres es pada punggung
8)    Pijatan/ usapan pada punggung
9)    Untuk istirahat atau tidur; gunakan kasur yang menyokong atau gunakan bantal dibawah punggung untuk meluruskan punggung dan meringankan tarikan dan regangan.




5.    Kegerahan

    Saat hamil terjadi peningkatan aliran darah, agar penyuluhan zat-zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin dapat berjalan lancer. Kondisi ini bisa menyebabkan anda mudah merasa kepanasan atau kegerahan. Umumnya, keluhan ini muncul saat kandungan mencapai 20 minggu atau saat aliran darah di dalam tubuh mulai meningkat.
    Kegerahan disebabkan selain karena peningkatan kadar hormone progesteron yang membuat pembuluh darah melebar dan aliran darah lebih meningkat, bisa juga disebabkan metabolisme di tubuh yang makin meningkat makin tinggi laju metabolisme, makan banyak pula kalori atau energy panas yang dihasilkan atau dilepaskan. Selain itu, disebabkan juga karena proses bernapas dan berkeringat yang anda lakukan, yang antara lain berfungsi membuang kelebihan panas di dalam tubuh ibu hamil. Janin juga mengahasilkan panas di dalam tubuhnya, tetapi janin belum bisa melakukan proses berkeringat dan bernapas maka kelebihan panas di dalam tubuh janin di buang ke melalui tubuh ibu. Itu sebabnya, semakin bertambah usia janin anda, panas yang dikeluarkan tubuhnya juga semakin banyak. Anda pun jadi mudah kegerahan, serta akan lebih banyak mengelurakan keringat.

Cara mengatasi kegerahan yang dialami oleh ibu hamil adalah:
1)    Pakai baju yang longgar dan nyaman.
2)    Pilihlah baju dari bahan yang mudah menyerap keringat seperti dari bahan katun.
3)    Jaga sirkulasi udara di dalam rumah agar tetap baik. Misalnya, dengan sering membuka jendela atau pintu.
4)    Hidari tempat-tempat sempit yang membuat anda merasa pengap.
5)    Sering-seringlah berada di ruangan terbuka atau alam terbuka.
6)    Perbanyak minum cairan, baik air putih maupun jus buah segar untuk mengganti cairan tubuh yang keluar dalam bentuk keringat2.

6.    Sering Buang Air Kecil

    Peningkatan frekuensi berkemih atau sering buang air kecil disebabkan oleh tekanan uterus karena turunnya bagian bawah janin sehingga kandung kemih tertekan dan mengakibatkan frekuensi berkemih meningkat karena kapasitas kandung kemih berkurang12. Sebab lain adalah karena nocturia yang terjadinya aliran balik vena dari ekstremitas difasilitasi saat wanita sedang berbaring pada saat tidur malam hari. Akibatnya adalah pola diurnal kebalikannya sehingga terjadi peningkatan pengeluaran urin pada saat hamil tua.

Cara mengurangi ketidaknyamanan ini adalah:
1)    Ibu perlu penjelasan tentang kondisi yang dialaminya
2)    Mengurangi asupan cairan pada sore hari

7.    Pernafasan

Sesak nafas merupakan ketidaknyamanan terbesar yang dialami pada TM III.Selama periode ini uterus telah mengalami pembesaran hingga terjadi penekana diafragma.Selain itu,diafragma akan mengalami elefasi kurang lebih 4 cm selama kehamilan.Meski terjadi pelebaran diameter transfersal pada rangka iga,hal ini tidak cukup untuk mengkompensasi elefasi diafragma sehingga terjadi penurunan kapasitas residu fungsional dan volume udara residu.Hal ini di tambah tekanan pada diafragma,menimbulkan perasaan kesulitan bernafas atau sesak nafas.
Cara Mengatasi ketidaknyamanan ini :
    Anjurkan wanita berdiri dan meregangkan lengannya di ats kepalanya secara berkala dan mengambil nafas dalam.
    Anjurkan mempertahankan portus yang baik, jangan menjatuhkan bahu
    Anjurkan wanita melakukan pernafasan interkosta.
    Intruksikan wanita tersebut melakukan peregangan yang sama di tempat tidur seperti saat sedang berdiri.
    Jelaskan alasan terjadinya sesak nafas: meredakan kecemasan atau ketakutan akan mengurangi respons hiperventilasi.
.
8.    Varises
Peningkatan volume darah dan alirannya serta pada akhir kehamilan akan menekan vena daerah panggul. Varises juga dapat disebabkan karena faktor keturunan.

Cara mengatasinya :
Angkatlah kaki ke atas ketika tiduran.
    Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
    Jangan berdiri atau duduk terlalu lama.
    Hindari mengangkat beban yang berat.
    Hindari mengejan berlebihan saat BAB.
    Berolah raga misalnya, jalan cepat selama 20-30 menit sehari
    Pastikan mendapat cukup vitamin C dari (makanan, bukan dari tambahan vitamin) membantu menyehatkan dan melunturkan vena.

9.    Kontraksi perut
    Braxton-Hicks kontraksi atau kontraksi palsu. Kontraksi berupa rasa sakit yang ringan, tidak teratur, dan hilang bila duduk atau istirahat.
   


10.    Kram pada kaki
Gejala-gejala:
    Kaki sering mengalami kekakuan.
    Sakit seperti ditusuk-tusuk jarum,     sehingga kaki tidak merasakan apa-    apa dan ototnya menjadi lemah.
    Gejala ini terasa waktu bangun tidur di pagi hari dan membaik di siang hari

Diagnosa:
    kelelahan otot betis, tekanan pada saraf kaki, kurang bergerak sehingga sirkulasi darah terganggu, ketidakseimbangan mineral pada darah.
Perawatan:
     melemaskan seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kram. Dengan menggerak-gerakkan pergelangan kaki dan mengurut bagian kaki yang terasa kaku bisa membantu menghilangkan kekakuan. Selain itu, pada saat bangun tidur jari kaki ditegakkan sejajar dengan tumit untuk mencegah kram mendadak.

11.    Keputihan
Gejala:
     keluar cairan dari vagina, cairan biasanya jernih, pada awal kehamilan biasanya agak kental dan mendekati persalinan lebih cair
Diagnosa:
    karena mikroorganisme
Perawatan:
     menjaga kebersihan. Segera periksakan apabila cairan berbau, terasa gatal, sakit.

12.    Dihantui kecemasan
Gejala:
     Ibu tampak cemas dan gelisah.
Diagnosa:
     takut persalinannya bermasalah, khawatir bayinya lahir cacat maupun cemas membayangkan rasa sakit saat bersalin.
Perawatan:
     Dukungan dari keluarga dan bidan sangat baik diberikan kepada ibu hamil menjelang proses persalinan.

13.    Gangguan psikis
Diagnosa:
     - Ketidaknyamanan, antara lain karena tubuh 
       yang dulu langsing kini terus membesar.
     - Ibu hamil tak lagi bisa leluasa bergerak.
Perawatan:
    -  Memberikan konseling kepada ibu hamil
       bahwa ketidaknyamanan itu akan hilang
       setelah proses persalinan.


14.    Anemia
Diagnosa:
•    Kurangnya kadar hemoglobin dalam darah.

Yang Perlu diketahui:
 Hb 11 gr%        tidak anemia
 9-10 gr%        anemia ringan
7-8 gr%            anemia sedang
< 7 gr            anemia berat
Mengapa anemia perlu diperhatikan?
Karena pengaruh anemia pada kehamilan bisa berbahaya bagi kehamilan ibu dan janin yang dikandungnya.
Perawatan:
    Sebaiknya makan-makanan yang bergizi (banyak mengandung zat besi) dan secara rutin memeriksakan kehamilan.


15.    Nyeri Ulu Hati
Gejala-gejala:
    Perasaan kembung disertai dengan gelembung-gelembung asaam lambung.
Diagnosa:
    Kombinasi meningkatnya  tekanan dari rahim  yang membesar dengan  efek hormonal yang merelekskan otot-otot pembuka pada bagian atas lambung sehingga menyebabkan pengosongan lambung berjalan lebih lambat.
Perawatan:
    - Hindari makanan berlemak
    - Makan sedikit demi sedikit
    - Posisi semi fowler
    - Antasid atau obat-obatan lain kadang-kadang
      digunakan untuk meredakan nyeri ulu hati,
      tetapi sebaiknya hanya digunakan jika perlu.

16.    Gusi Berdarah

Gejala:
     Gusi berdarah, biasanya setelah menggosok 
     gigi.
Diagnosa:
    Gusi menjadi lebih lunak dan mudah luka dalam kehamilan. Biasanya gusi akan  meradang, dan plak akan terkumpul di dasar gigi. Akibatnya bisa terjadi penyakit gusi dan kerusakan gigi.   
   
Perawatan:
Berhati-hati saat menggosok gigi. Jangan menggosok terlalu keras dan hindari menggosok gusi.
Dan segera periksa ke dokter                                                         






BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

    Setiap ibu hamil pasti akan mengalami perubahan- perubahan yang dikarenakan perubahan hormon- hormon kehamilan diantaranya estrogen dan progesteron, baik perubahan fisik maupun psikis. Karena perubahan ini ibu hamil akan merasakan berbagai keluhan. Diantaranya : sakit punggung, konstipasi, pernafasan terganggu/ sesak nafas, sering kencing, sulit tidur/ insomnia, varises, kontraksi perut, oedem, kram pada kaki, keputihan, dihantui kecemasan, gangguan psikis, anemia, nyeri ulu hati, gusi berdarah dan kegerahan. Ibu hamil yang tidak mengetahui keluhan- keluhan ini, apa sebabnya, dan cara mengatasinya akan mengalami stres. Peran bidan atau tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam hal ini.


B. Saran
   
    Bagi ibu hamil sangat diperlukan konseling atau penyuluhan dari bidan atau tenaga kesehatan atau sering disebut ANC (Antenatal Care). Sehingga pada ibu hamil yang mengalami keluhan- keluhan seperti di atas tidak merasa kaget/ syok dan ibu hamil sudah mengetahui bagaimana cara menyikapinya atau mengatasinya.






















DAFTAR PUSTAKA

1.    Linda.V. walsh. Buku ajar kebidanan komunitas. Jakarta; EGC, 2007
2.    Varney, Helen, Dkk. Buku ajar asuhan kebidanan Ed.4. Jakarta;EGC 2006
3.    Internet