Saturday, 9 March 2013

KELOMPOK BERORIENTASI KEPADA TUGAS

KELOMPOK BERORIENTASI KEPADA TUGAS


Pengertian
Kelompok yang berorientasi kepada tugas adalah kelompok yang menganggap maksud utamanya penyelesaian beberapa perintah/intruksi. Tetapi tidak selalu maksud tersebut menjadi tujuan-tujuan dari kelompok yang lebih besar atau suatu organisasi.

Pada kelompok yang berorientasi pada tugas mempunyai 4 tahap, yaitu

1.    Orientasi (Pengenalan)
Masing-masing anggota kelompok saling mengenal satu sama lainnya.
Pada tahap orientasi ini terjadi :

•    Penjelasan, maksudnya dari tahap pengenalan semakin jelaslah keinginan tiap-tiap anggota untuk membentuk kelompok. Dan kemudian timbul,
•    Kesepakatan untuk membentuk kelompok. Karena kelompok terdiri atas beberapa orang, maka
•    Masing-masing anggota mencari arah tujuan kelompok tersebut dan saling mengungkapkan pendapat dan ide-ide yang tentulah berlainan.
Dari ide-ide yang berlainan dengan tujuan yang berlainan pula maka timbul tahap yang ke 2 yaitu:

2.    Tahap Konflik (conflict)
Pada tahap ini penuh dengan perdebatan tentang ide-ide yang disampaikan oleh anggota kelompok untuk mencari cara penyelesaian tugas yang tepat.

3.     Tahap Kemunculan (Emergence)
•    Hilangnya konflik dan berargumentasi, tetapi kemunculan kembali keragu-raguan.
•    Kelompok mencapai kesepakatan untuk mencapai tujuan berdasarkan ide-ide dari anggota kelompok.
•    Hal ini terjadi karena konflik yang ada telah berkurang begitu juga dengan argumen-argumennya. 
•    Namun dari kesepakatan itu pula timbul keragu-raguan, “Apakah bisa” atau “apakah benar” tujuan akan tercapai ?



Akan tetapi keragu-raguan akan hilang ketika mamasuki tahap yang ke 4, yaitu :

4.    Penguatan (Reinforcement)
•    Masing-masing anggota kelompok menguatkan keputusan yang mereka ambil itu akan mendorong dalam pencapaian tujuan kelompok bila ada rasa kebersamaan dalam kelompok.
•    Karena ada penguatan maksud dan tujuan itu akan menciptakan suatu kelompok yang kompak, maka akan berkuranglah argumen-argumen yang ada karena anggota kelompok menyadari bahwa telah berada pada tahap akhir untuk mencapai tujuan.
•    Kesadaran yang timbul diantara anggota kelompok akan membuat  akan menimbulkan usaha mengungkapkan pendapat yang menuju pada kepentingan kelompok. Kemudian anggota kelompok mendapatkan tugas-tugas tetentu untuk memudahkan dalam mencapai tujuan.


Keuntungan dan kerugian dari kelompok ini adalah :
Keuntungan :
•    Terorganisir secara teratur.
    Maksudnya, masing-masing anggota menadapat tugas masing-masing yang harus dikerjakan dan dipertanggugjawabkan. Dan teratur dari mulai pembentukan, pencapaian tujuan, pembagian tugas dan pelaksanaan.
•    Setiap anggota kelompok mempunyai tugas sehingga mereka hanya berfokus pada apa yang menjadi tugasnya.
•    Oleh karena itu masing-masing anggota menjadi ahli dalam bidangnya.
•    Karena pembagian tugas, keberhasilan dalam tugaspun lebih terjamin.

Kerugian :
•    Anggota yang satu kurang memperhatikan apa yang menjadi tugas anggota yang lainnya karena hanya terfokus pada tugasnya masing-masing.
•    Kurang berkembangnya kemampuan anggota kelompok di bidang yang lain.
•    Lebih mudah menimbulkan kesalahpahaman karena kurangnya perhatian anggota kelompok terhadap tugas-tugas pada bidang yang lain.


Contoh : Kelompok Praktek K.M.B. I.
KELOMPOK BERORIENTASI KEPADA TUGAS

FISHER, 1970 
PERKEMBANGAN YANG TERJADI / TERDAPAT PADA KELOMPOK YANG BERORIENTASI KEPADA TUGAS / PENYELESAIAN TUGAS

TAHAPAN :
 (1).  ORIENTASI  (ORIENTATION)
PENJELASAN DAN KESEPAKATAN; MENCARI IDE-IDE DAN ARAH

(2).  KONFLIK (CONFLICT)
KETIDAKSEPAKATAN; MENJADI LEBIH TEGAS DALAM PANDANGAN/PENDAPAT; SIKAP MENJADI TERPOLARISASI; KOMENTAR MENJADI LEBIH TEPAT  DAN KERAGU-RAGUAN BERKURANG.

(3).  KEMUNCULAN (EMERGENCE)
HILANGNYA KONFLIK DAN BERARGUMENTASI; KEMUNCULAN KEMBALI KERAGU-RAGUAN

(4).  PENGUATAN (REINFORCEMENT)
BERARGUMENTASI MENJADI KURANG PENTING; MENYADARI BAHWA KEPUTUSAN SUDAH BERADA PADA TAHAP AKHIR; PENDAPAT / KOMENTAR YANG MENUJU KEPADA USULAN KEPUTUSAN SECARA TERUS-MENERUS

KEUNTUNGAN
•    TERORGANISIR SECARA TERATUR.
•    MENJADI AHLI DALAM BIDANGNYA.
•    KEBERHASILAN DALAM TUGAS LEBIH TERJAMIN.

KERUGIAN
•    KURANG MEMPERHATIKAN ANGGOTA YANG LAIN.
•    KEMAMPUAN ANGGOTA KELOMPOK KURANG BERKEMBANG.
•    LEBIH MUDAH TIMBUL KESALAHAPAHAMAN.
Jakarta, 26 Desember 1996


KEPERAWATAN MATERNITAS

EVALUASI KEGIATAN SEMINAR


Hari, tanggal, jam Topik

Kelompok    :  Rabu, 30 Oktober 1996
:  Kiat Pengembangan Komunikasi Terapeutik dalam
   Keperawatan      Maternitas.
:  I -B
Nama Mahasiswa    1.    Abdul Haris
2.    Dyah Widodo
3.    Lili Sumarli
4.    Paulus Subiyanto
5.    Tri Setianingsih
6.    Yetty Kusmayati
7.    Yuliana J. Sius


No.    Aspek yang dinilai        NILAI       
        4    3    2    1
1.    Apakah kelompok seminar (KS) memberikan bahan bacaan atau kegitan sebelum seminar berlangsung ?               
2.    Apakah kelompok seminar membangkitkan minat peserta pada pendahuluan seminar ?               
3.    Apakah kelompok seminar menguraikan tujuan seminar dengan jelas dan singkat ?               
4.    Apakah kelompok seminar telah mempersiapkan diri dengan baik ?               
5.    Apakah topik yang dipilih sesuai dengan materi yang disampaikan ?               
6.    Apakah kelompok seminar menunjukkan kerja sama yang baik ?               
7.    Apakah kelompok seminar menggunakan AVA yang baik ?               
8.    Apakah kelompok seminar menjawab pertanyaan dengan baik ?               
9.    Apakah kelompok seminar menyajikan kesimpulan seminar ?               
10.    Apakah kelompok seminar menyampaikan bahan bacaan yang digunakan kepada audience ?               


                                                                                   Nilai akhir ...............................