Thursday, 7 March 2013

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG PERKASA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr.  RM SOEDJARWADI
KLATEN

Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah Praktik Keperawatan Jiwa










Dosen Pembimbing:
 Ahmad zakiudin, S.KM

Disusun Oleh:
OCTRI DIAN ALFIYANA
NIM:    011.031





AKADEMI KEPERAWATAN AL HIKMAH 02
BENDA SIRAMPOG BREBES
2013
LEMBAR PENGESAHAN


Laporan praktik keperawatan klinik jiwa dengan judul “Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y Dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah di Ruang Perkasa RSJD DR. RM SOEDJARWADI” pada tanggal 11 Januari 2013
Telah mendapat persetujuan dan disahkan oleh pembimbing, pada :
Hari        : Jum’at
Tanggal  : 18 januari 2013



Mengetahui,

      Pembimbing Klinik                                      Pembimbing Akademik




 Purnomo, S.Kep                    Ahmad Zakiudin, S.KM                                                           












KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang memberi banyak kenikmatan, rahmat serta karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah di Ruang Perkasa Rumah Sakit Jiwa Daerah DR. RM SOEDJARWADI KLATEN”.
Ungkapan terimakasih penulis sampaikan, kepada :
    K.H.Sholahudin Masruri, S.Pd.I selaku pengasuh Pon Pes Al Hikmah 2,
    Purnomo, S. Kep, selaku pembimbing klinik
    Seluruh perawat di RSJD Klaten
    Direktur Akper Al Hikmah 02
    Dosen Pembimbing Akademik
    Ibu, Bapak, serta seluruh keluarga yang telah memberi motifasi
    Teman baru dan teman-teman senasib yang telah memberi semangat

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan selalu dinantikan. Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dengan segala kesederhanaannya dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.


Benda, 21  Januari 2013



    Penulis                                                                    



DAFTAR ISI


LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
    Latar Belakang Masalah
    Tujuan Penulisan
    Metode Penulisan
BAB II : LAPORAN PENDAHULUAN
    Masalah Utama
    Proses Terjadinya Masalah
    Pohon Masalah
    Masalah Keperawatan
    Diagnosa Keperawatan
    Rencana Tindakan Keperawatan
BAB III : TINJAUAN KASUS
    Pengkajian
    Keluhan Utama
    Alasan Masuk
    Faktor Predisposisi
    Pemeriksaan Fisik
    Psikososial
    Status Mental
    Kebutuhan Persiapan Pulang
    Mekanisme Koping
    Masalah Psikososial Dan lingkungan
    Aspek Medik
    Masalah Keperawatan
    Pohon Masalah
    Diagnosa Keperawatan
    Analis Data
    Rencana Keperawatan
    Implementasi Dan Evaluasi Keperawatan
BAB IV : PENUTUP
    Kesimpulan
    Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


    LATAR BELAKANG
Kesehatan jiwa merupakan suatu kebutuhan tiap individu yang sangat penting. Oleh karena itu kesehatan jiwa harus juga diperhatikan. Selain hal ini merupakan peran petugas kesehatan, tetapi merupakan hal yang menuntut adanya keselarasan dan kerja sama dari berbagai pihak selain individu itu sendiri, keluarga maupun lingkungan.
Dari berbagai masalah kesehatan jiwa, gangguan konsep diri dengan harga diri rendah banyak mengiringi penyakit-penyakit gangguan jiwa. Bila hal ini terjadi, terkadang dapat menimbulkan dampak yang buruk pada diri pasien sendiri maupun orang lain  di sekitarnya. Oleh karena itu kami mencoba untuk melakukan Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y Dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah  agar mengalami perubahan yang di harapkan

    TUJUAN PENULISAN
    Tujuan khusus
Tujuan utama dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Keperawatan jiwa
    Tujuan umum
    Menerapkan teori dan lebih menekankan dalam mempraktekan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, perencanaan, tindakan dan evaluasi
    Dapat mengetahui cara merawat klien dengan isolasi sosial

    METODE PENULISAN
Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah
    Wawancara    : Dilakukan pada pada klien, keluarga klien dan perawat ruangan
    Observasi    : Pengamatan pasien selama proses keperawatan
    Perpustakaan    : Catatan medis dan mata kuliah keperawatan jiwa
BAB II
KONSEP DASAR

    MASALAH UTAMA
Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah
    PROSES TERJADINYA MASALAH
    Pengertian
Haraga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang  sesuai dengan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan dan kegagalan, tetap merasa sebagai seseorang yang penting dan berharga.
Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri sendiri atau kemampuan diri yangnegatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan. (Towsend, 1998).
Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggung jawab atas kehidupan sendiri, gagal menyesuaikan tingkah laku dancita – cita. (Fk.UNDIP , 2001 )
Kesimpulan harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang percayaan diri, harga diri serta menolak dirinya. Tidak dapat bertanggung jawab atas kehidupan sendiri serta gagal dalam menyesuaikan tingkah laku dan cita-cita.
    Tanda-tanda klien dengan harga diri rendah adalah :
    Perasaan malu terhadap diri sendiri adalah akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit.
    Rasa bersalah terhadap diri sendiri
    Merendahkan martabat
    Gangguan hubungan sosial seperti menarik diri
    Percaya diri kurang
    Menciderai diri
(Stuart dan Sudden ; 1998, hal 230)
    Faktor-faktor
    Faktor predisposisi
    Penolakan orang tua
    Harapan orang tua yang tidak realistis
    Kegagalan yang berulang kali
    Kurang mempunyai tanggung jawab personal
    Ketergantungan kepada orang lain
    Ideal diri tidak realistis
    Faktor presipitasi
    Citra tubuh yang tidak sesuai
    Keluhan fisik
    Ketegangan peran yang dirasakan
    Perasaan tidak mampu
    Penolakan terhadap kemampuan personal
    Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri

    POHON MASALAH
                                       Isolasi Sosial = Menarik diri



    MASALAH KEPERAWATAN
    Isolasi Sosial : Menarik diri
Data :
    Apatis (acuh terhadap lingkungan)
    Komunikasi verbal menurun atau tidak ada. Klien tidak bercakap-cakap dengan klien lain atau perawat
    Mengisolasi diri (menyendiri)
    Tidak atau kurang sadar dengan linkungan sekitarnya
    Menolak hubungan dengan orang lain
    Aktifitas menurun
    Harga diri rendah
    Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
Data :
    Malu terhadap diri sendiri akibat penyakit
    Rasa bersalah terhadap diri sendiri
    Merendahkan martabat
    Gangguan hubungan sosial : menarik diri
    Percaya diri kurang
    Menciderai diri

    DIAGNOSA KEPERAWATAN
    Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
    Gangguan konsep diri : Harga diri rendah berhubungan dengan koping individu tidak efektif
    RENCANA KEPERAWATAN
    Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
    Tujuan umum
Klien tidak menarik diri dan mampu berhubungan dengan orang lain secara optimal
    Tujuan khusus
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya
    Kriteria hasil
Ekspresi wajah bersahabat, tidak acuh, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau bercakap-cakap dan mengutarakan masalah yang dihadapi
    Intervensi
Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip hubungan therapeutik
    Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
    Perkenalkan diri dengan sopan
    Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggialan yang disukai klien
    Jelaskan tujuan pertemuan
    Jujur dan menepati janji
    Selalu kontak mata selama interaksi
    Tunjukan sikap empati dan penuh perhatian pada klien

TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
    Kriteria hasil
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
    Intervensi
    Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
    Bantu klien mengekspresikan dan menggambarkan perasaan serta pikirannya
    Tekankan bahwa kekuatan untuk berubah tergantung pada klien sendiri
    Identifikasi stresor yang relevan dan penilaian klien terhadap stresor tersebut
    Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang efektif
    Utamakan memberi pujian therapeutik
    Tingkatkan keterlibatan keluarga dan kelompok untuk memberikan dukungan untuk mempertahankan kemajuan dan perkembangan klien

TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan
    Kriteria hasil
Klien menilaim kemampuan yang digunakan
    Intervensi
    Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan
    Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang adaptif
    Utamakan memberi pujian therapeutik
    Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan harian
    Dukung klien untuk merencanakan kegiatan harian
    Rencanakan kegiatan bersama klien, aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan (kegiatan sendiri, kegiatan dengan bantuan sebagian, kegiatan dengan bantuan total)
    Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
    Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan
    Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 5 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuannya
    Kriteria hasil
Klien melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya
    Intervensi
    Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan
    Beri pujian atas keberhasilan klien
    Beri dukungan yang sesuai dan positif untuk mempertahankan kemajuan dan pertumbuhannya
    Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada
    Kriteria hasil
Klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada
    Intervensi
    Berikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah
    Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat
    Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah sesuai dengan keadaan klien



    STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Pertemuan : Ke-I (satu)

Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan membantu pasien memilih atau menetapkan  kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang telah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian.
    Orientasi :
- Salam terapeutik : “Assalamu’alaikum,
    - Validasi : bagaimana keadaan Tn. Y, hari ini? Tn.  terlihat segar ”
            - Kontrak :
              Topik :“Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang bagaimana cara membina hubungan saling percaya? Tn. Bisa menyebutkannya.?nanti setelah itu kita lakukan bersama.”
             Tempat :“Tn. mau kita bicara dimana? Bagaimana kalau di ruang tamu? Berapa lama?
             Waktu : “ Bagaimana kalau 15 menit?
    Kerja :
“Tn. Y, apa saja cara membina hubungan saling percaya Tn.? Bagus, apa lagi? Apa saja yang Tn. Lakukan selain itu yang biasa Tn. lakukan? Bagaimana dengan berjabat tangan? Menanyakan nama? Menanyakan alamat……..dst.”. “Wah, bagus sekali ada lima cara untuk membina hubungan saling percaya yang Tn. lakukan.”
“Tn. Y, dari lima cara ini, yang mana yang Tn. bisa lakukan di rumah sakit? Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua……sampai yang kelima (misalnya masih tiga yang masih bisa dilakukan). Bagus sekali masih ada tiga cara yang masih bisa lakukan di rumah sakit ini.
“Sekarang, coba Tn. Y pilih satu cara yang bisa dilakukan di rumah sakit ini”. “O, ya nomor satu,berjabat tangan? Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita berlatih berjabat tangan Tn.”. Mari kita lakukan dengan saya Tn. Y. coba, sudah bisa kan berjabat tangan / memperkenalkan diri?”
“Nah kalau kita mau berjabat tangan, mari kita dekati orang yang ingin Tn. ingin berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Bagus! Sekarang duduk berdampingan, ya Bagus! Nah sekarang kita ucap salam, ya Bagus! Sekarang kita sebut nama dan alamat. ya bagus!.”
“Tn. Y sudah bisa berjabat tangan dan memperkenalkan diri dengan baik sekali. Sekarang bedakan dengan sebelum Tn. mengenalinya? Bagus!”
    Terminasi :
    Evaluasi Subjektif
  “Bagaimana perasaan Tn. Y setelah bercakap-cakap dan berjabat tangan / memperkenalkan diri? Yah, Tn. ternyata banyak yang dapat dilakukan di rumah sakit ini. Salah satuny memperkenalkan diri, yang sudah Tn. praktekan dengan sekali.
    Evaluasi Objektif
 “Klien mampu duduk berdampingan,menjawab salam, danmenyebutkan nama.”
    Rencana tindakan lanjut
”Bagaimana kalau kegiatan itu Tn. lakukan selama disini dan nanti kegiatan tersebut tetap Tn. lakukan dirumah, kalau begitu kita buat jadwalnya saja ya Tn?biar Tn. tidak lupa.
    Kontrak
Topik :  “Besok kita akan membicarakan tentang kemampuan dan aspek positif yang Tn. miliki.
Tempat : “Tn mau kita berbincang – bincang dimana.?
Waktu : “Mau berapa lama Tn.?”bagaimana kalu 15 menit?setuju?“ sampai jumpa ya”


STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Pertemuan : Ke-2 (Dua)

Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan pasien

    Orientasi :
    Salam theraupetik : “Assalammua’alaikum,
    Validasi :“ Bagaimana perasaan Tn. Y pagi ini? Apakah masih ingat tentang apa yang kita lakukan kemarin?Bagus! Coba diulang lagi? Bagus sekali!
    Kontrak :         
Topik :“Sekarang kita akan lakukan kegiatan kedua. Masih ingat apa kegiatan itu Tn?”
“Ya banar, kita akan membicarakan kemampuan dan aspek positif yang Tn. miliki.”
               Tempat :“Bagaimana kalau kita bicara ditaman?.”
               Waktu :“Bagaimana kalu 15 menit?.”

    Kerja :
“Tn. Y, tadi telah mengungkapkan hal hal yang dapat Tn. lakukan?, masih ada yang lain? Sekarang kita coba pilih kemampuan bapak yang dapat Tn. lakukan disini.”.
    Terminasi :
- Validasi Subjekti :
      “Bagaimana perasaan Tn.  setelah tahu dan mencoba kegiatan yang dapat Tn. lakukan disini? Bagus!”
- Validasi Objektif :
      “Klien sudah mampu melakukan beberpa aspek positif yang dimiliki”
- Rencana tindakan lanjut :
      “Saya harap Tn. mau mencoba melakukan kegiatan selama disini.”
- Kontrak :
              Topik :“Tn. pertemuan ini sampai disini dulu, besok kita mengobrol lagi dengan keluarga apabila datang.”
             Tempat : “Bagaimana kalau diruang tamu saja?”
            Waktu :“Biasanya keluarga Tn. jenguk jam berapa? Baiklah kita diskusikan nanti ya. Sampai jumpa.”

















BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG PERKASA RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEDJARWADI
DAERAH KLATEN

Tanggal Pengkajian        : 11 Januari 2013
Tanggal Masuk        : 05 November 2012
Ruang                : Perkasa
    PENGKAJIAN
    Identitas Klien
Nama            : Tn. Y
Umur            : 31 Tahun
Alamat            : Klaten
Status Perkawinan    : Belum Menikah
Agama            : Islam
Suku/Bangsa        : Jawa / Indonesia
Pendidika            : SMP
Pekerjaan            : Petani
No. CM            : 01xxxx
    Penanggung Jawab
Nama            : Ny. P
Hubungan dengan Klien    : Ibu Kandung
Alamat            : Klaten
    KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan disuruh ibunya untuk melanjutkan berobat, sering menyendiri dikamar, bicara sedikit, sulit komunikasi.
    ALASAN MASUK
2 bulan sebelum masuk RSJ klien sering menyendiri, membakar barang, bicara sedikit, sulit kominikasi, bicara sendiri dan sulit tidur.


    FAKTOR PREDISPOSISI
    Klien pernah mengalami gangguan jiwa ±3 tahun yang lalu, pernah rawat jalan di RSJD.SOEDJARWADI KLATEN.
    Kontrol tidak rutin, pengobatan kurang berhasil
    Klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
    Klien mempunyai pengalaman masalalu yang tidak menyenangkan yaitu ia jatuh dari sepeda.
    PEMERIKSAAN FISIK
    Tanda – tanda vital    :
    Tekanan darah        : 130/80 mmHg
    Nadi            : 84 x/menit
    Suhu            : 36,5 ºC
    Pernafasan        : 26 x/menit
    Ukuran            :
    Tinggi badan        : 179 cm
    Berat badan        : 62 Kg
    Kondisi Fisik        :
Klien tidak mengeluh sakit apa – apa, tidak ada kelainan fisik.


    PSIKOSOSIAL
    Genogram


       



   

Ket :
    : Laki - laki    : Klien
    : Perempuan    : Meninggal
    : Tinggal serumah
    Konsep Diri
    Citra Tubuh    : Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai adalah mata karena bisa melihat.
    Identitas    : Klien mengatakan anak ke-2 dari 3 bersaudara.
    Peran    : Klien mengatakan di dalam keluarganya atau dirumah sebagai anak.
    Ideal diri    : Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, merasa bosan dan ingin bekerja lagi.
    Harga diri    : Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan orang lain selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak pantas jika berada diantara orang lain, kurang interaksi sosial.
Masalah Keperawatan : harga diri rendah
    Hubungan Sosial
    Orang yang dekat dengan klien adalah ibu dan adiknya.
    Peran serta kelompok / masyarakat : sebelum klien sakit sering mengikuti gotong royong didesanya.
    Hambatan dalam hubungan dengan orang lain: selama klien rawat jalan / berobat jalan temannya berkurang karena klien malu berkomunikasi.
Masalah Kepeawatan : Menarik diri
    Spiritual
Klien mengatakan jarang sholat dalam 5x sehari, jika sholat klien shabis sholat klien berdoa agar cepat sembuh.
    STATUS MENTAL
    Penampilan    : Penampilan klien kurang rapi, rambut jarang disisir, klien menggunakan baju yang disediakan diRSJ.
    Pembicaraan    : Klien berbicara lambat tetapi dapat tercapai dan dapat dipahami.
    Aktivitas Motorik : Klien labih banyak menunduk, aktivitas klien menyesuaikan.
    Alam perasaan : Klien mengatakan bosan diRSJ ingin cepat sembuh dan pulang, klien sedih belum bisa bertemu ibu.
    Afek    : Klien tidak sesuai dalam berfikir, bicara klien lambat
    Interaksi selama wawancara    : Kontak mata kurang karena menunduk,sesekali klien menengadah,selalu menjawab jika ditanya.
    Persepsi    : Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan.
    Pola Fikir    : Tidak ada waham.
    Tingkat kesadaran : Klien sadar hari, tanggal dan waktu saat pengkajian, hari jum’at tanggal 11 januari 2013 jam 16.30 WIB,hari berikutnya juga klien sadar hari sabtu tanggal 12 januari 2013.
    Memori    : Daya ingat jangka panjang klien masih ingat masa lalunya.
    Tingkat konsentrasi dan berhitung    : Klien berhitung lancar, contoh 20 – 15= 5
    Kemampuan Penilaian    : Klien mampu menilai antara masuk kamar setelah makan atau membiarkan kursi tidak rapi, klien memilih membereskan kursi.
    Daya Tilik Diri    : Klien tahu dan sadar bahwa dirinya dirumah sakit jiwa.
    KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
    Makan
Klien makan 3x sehari, pagi, siang, sore, minum ± 6 gelas / hari, mandiri.
    BAB / BAK
Klien BAB 1x sehari, BAK  ± 4x sehari, mandiri.
    Mandi
Klien mandi 2x sehari, pagi dan sore, gosok gigi setiap kali mandi, mandiri.
    Berpakaian / berhias
Klien mampu berpakaian sendiri tanpa bantuan orang lain.
    Istirahat dan Tidur
Klien lebih banyak tiduran, tidur siang 12.30 s⁄d15.00 WIB,tidur malam jam 20.00 s⁄d 04.30 WIB.
    Penggunaan obat
Klien minum obat 3x sehari setelah makan. Haloperidol 2x5 mg, trihexiperidine 2x2 mg.
    Pemeliharaan Kesehatan
Klien sudah pernah periksa diRSJD SOEDJARWADI KLATEN tetapi rawat jalan.
    Kegiatan di Dalam Rumah
Klien dirumah membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah
    MEKANISME KOPING
    Klien mampu berbicara dengan orang lain,terlihat malu
    Klien mampu menjaga kebersihan diri sendiri
    Klien mampu jika ada masalah tidak menceritakan kepada orang lain,lebih suka diam.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif.
    MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
    Masalah berhubungan dengan lingkungan    : Klien menarik diri dari lingkungan
    Masalah dengan kesehatan (-)
    Masalah dengan perumahan    :Klien tinggal dengan kedua orang tua dan 2 saudaranya.
    Masalah dengan Ekonomi    : Kebutuhan klien dipenuhi oleh ibunya.




    ASPEK MEDIK
    Diagnosa Medis
Schizofrenia
    Terapi
    Haloperidol 2x5 mg
    Trihexiperidine 2x2 mg

    MASALAH KEPERAWATAN
    Harga Diri Rendah
    Menarik Diri
    Koping Individu Tidak Efektif

    POHON MASALAH
Menarik Diri            _ _ _ _ ( Efek )


Harga Diri Rendah        _ _ _ ( Core problem )

Koping Individu Tidak Efektif        _ _ _ ( Causa / Penyebab )
    DIAGNOSA KEPERAWATAN
    Menarik Diri b⁄d Harga Diri Rendah
    Harga Diri Rendah b⁄d Koping Individu Tidak Efektif
    ANALISA DATA
No
    Data    Etiologi    Problem
1.    Ds :
    Klien mengatakan sering menunduk, kurangnya interaksi sosial
Do “
    Klien tampak menyendiri    Harga diri Rendah    Menarik Diri
2.    Ds :
    Klien mengatakan reman berkurang semenjak sakit
    Klien malu dengan teman karena klien merasa tidak pantas diantara mereka
Do :
    Klien tampak malu saat berbicara
    Koping Individu Tidak Efektif    Harga Diri Rendah


    RENCANA KEPERAWATAN
Tgl.
    Dx.Keperawatan    Tujuan    Kriteria Hasil    Intervensi
14- 01-13    Menarik Diri berhubungan dengan harga Diri Rendah    TUM
Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal.
TUK 1
Klien dapat membina hubungan saling percaya   





    Klien ekspresi wajah bersahabat.
    Klien menunjukan rasa senang.
    Klien mau kontak mata.
    Klien mau berjabat tangan.
    Klien mau membalas salam.
    Klien mau duduk berdampingan.
    dengan perawat.
    Klien mau menyebut nama dan mau mengutaraka masalah yang dihadapi.   





    Beri salam / panggil nama
    yang disukai
    Jelaskan BHSP dengan komunikasi terapeutik
    Memperkenalkan diri dengan sopan
    Tanyakan nama lengkap dan panggilan tujuan
    Jujur dan menepati janji
    Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
    Lakukan kontak singkat tapi sering
        TUK 2
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki        Klien mampu mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
    Aspek positif keluarga
    Aspek positif lingkungan yang dimilii klien        Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
    Hindarkan dari penilaian yang negatif
    Utamakan pemberian pujian yang realistik
        TUK 3
Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki        Klien mampu menilai kemampuan yang dimiliki selama sakit        Diskusikan kemampuan yang dapat digunakan selama sakit
    Diskusikan kemampuan yang dapat ditunjukan penggunaannya
        TUK 4
Klien dapat menetapkan perencanaan kegiatan sesuai dengan kemampuannya        Klien dapat membuat rencana kegiatan harian        Rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat dilakukan setiap hari
    Kegiatan mandiri
    Dibantu sebagian
    Dengan bantuan total
    Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
    Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan
        TUK 5
Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya        Klien melakukan kegiatan yang sesuai dengankondisi sakit dan kemampuannya        Berikesempatan klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan
    Beri pujian atas keberhasilan klien
    Diskusikan kemungkinan melaksanakan dirumah.
        TUK 6
Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada        Klien dapat memanfaatkan system pendukung dikeluarga secara optimal
    Klien daoat memanfaatkan system pendukung dilingkungan sekitar.        Beri pendidikan kesehatan cara perawatan klien dengan Harga Diri Rendah
    Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
    Harga Diri Rendah berhubungan dengan Koping Individu Tidak Efektif    TUM
Klien dapat melakukan keputusan yang efektif  untuk mengendalikan situasi kehidupan yang demikian menurunkan perasaan rendah diri
TUK 1
Klien dapat menbina hubungan terapeutik dengan perawat   










    Klien mampu duduk berdampingan dengan perawat
    Klien mampu berbincang - bincang dengan perawat
    Klien mampu merespon tindakan perawat   










    Lakukan pendekatan dengan baik, menerima klien apa adanya dan bersikap empati
    Cepat mengendalikan perasaan dan reaksi perawatan diri sendiri misalnya rasa marah ,empati.
    Sediakan waktu untuk berdiskusi dan bina hubungan yang sopan.
    Berikan kesempatan kepada klien untuk merespon.
        TUK 2
Klien dapat mengenali dan mengekspresikan emosinya        Klien dapat mengungkapkan perasaannya
    Klien mampu mengenali emosinya dan dapat mengekspresikannya        Tunjukan emosional yang sesuai
    Gunakan tekhnik komunikasi terapeutik terbuka,
    Bantu klien mengekspresikan perasaannya
    Bantu klien mengidentifikasikan situasi kehidupan yang tidak berada dalam kemampuan dan mengontrolnya
    Dorong untuk menyatakan secara verbal perasaan – perasaan yang berhubungan dengan ketidak mampuannya.
        TUK 3
Klien dapat memodifikasi pola kognitif yang negative        Klien dapat mengidentifikasi pemikiran yang negatif
    Klien dpat menurunkan penilaian yang negatifpada dirinya.        Diskusikan masalah yang dihadapi klien dengan memintanya untuk menyimpulkannya
    Identifikasi pemikiran negatif klien dan bantu untuk menurunkan melalui interupsi dan substitusi
    Evaluasi ketetapan persepsi logika dan kesimpulan yang dibuat klien
    Kurangi penilaian klien yang negatif terhadap dirinya
    Bantu klien menerima nilai yang dimilikinya atau perilakunya atau perubahan yang terjadi pada dirinya.
        TUK 4
Klien dapat berpartisipasi dalam mengambil keputusan yang berkenan dengan perawatan dirinya        Klien mampu menentukan kebutuhan untuk perawatan pada dirinya
    Klien dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan        Libatkan klien dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai
    Motivasi klien untuk membuat jadwal aktivitas perawatan dirinya
    Berikan privasi sesuai kebutuhan yang ditentukan
    Berikan reinsforcement posotif tentang pencapaian kegiatan yang telah sesuai dengan keputusan yang ditentukannya



















    IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
Tanggal / Jam    No    Implementasi    Evaluasi
15 Januari 2013
Jam 12.30    1⁄1        Bina hubungan saling percaya dengan :
    Menyapa klien dengan ramah
    Memperkenalkan diri dengan sopan
    Menanyakan nama lengkap serta alamat klien
    Menunjukan sikap empati, jujur dan menempati janji
    Menanyakan masalah yang dihadapi    S :
    Klien menjawab salam dan mengatakan selamat pagi,menyebutkan nama dan alamat
O :
    Klien mau berjabat tangan
    Klien mau duduk berdampingan dengan perawat
    Klien mau mengutarakan masalahnya
A : SP 1 tercapai
Pp :
Lanjutkan SP 2 adakan kontrak waktu pertemuan berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien untuk dapat menyapa perawat jika bertemu dan percaya jika perawat akan membantu masalah yang dihadapi
15 Januari 2013
Jam 15.30            Bina hubungan terapeutik dengan perawat dengan :
    Pendekatan dengan baik ,menerima klien apa adanya
    Mengidentifikasi perasaan dan reaksi perawatan diri sendiri
    Menyediakan waktu untuk bina hubungan yang sopan
    Menberikan kesempatan untuk merespon    S :
    Klien mau duduk berdampingan dengan perawat
O :
    Klien mampu berbincang – bincang dengan perawat
    Klien mampu merespon tindakan perawat.
A : SP 2 tercapai
Pp :
Lanjutkan SP 3 adakan kontrak waktu pertemuan berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien mampu berkomunikasi,mampu memulai berbicara dan tidak janggung.

16 Januari 2013
Jam 17.00            Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif  yang dimiliki dengan :
    Membantu mengidentifikasi dengan aspek yang positif
    Mendorong agar berpenilaian positif
    Membantu mengungkapkan perasaannya    S :
    Klien mengatakan cara penilaian positif tidak boleh berfikir jelek terhadap orang lain,sopan santun dan ramah yang diutamakan.
O :
    Klien dapat mengungkapkan perasaannya
A : SP 3 teratasi sebagian
Pp :
lanjutkan SP 1 keluarga
Pk :
Anjurkan klien untuk mempertahankan hubungan saling percaya berinteraksi secara terarah.

















BAB IV
PENUTUP

    KESIMPULAN
Setelah penulis melakukan pengkajian dan perawatan pada Tn. Y dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah di Ruang perkasa Rumah Sakit Jiwa Daerah Klaten selama 2 minggu penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dalam malakukan perawatan jiwa sangat penting sekali membina hubungan saling percaya dan juga membutuhkan kolaborasi yang baik dengan tenaga medis (dokter dan perawata), keluarga dan juga lingkungan (tetangga dan masarakat) terapeutik, agar semua maksud dan tujuan klien dirawat maupun perawat yang merawat tercapai.

    SARAN
    Klien
    Libatkan klien dalam aktivitas positif
    Minum obat secara rutin dengan prinsip 5B
    Memahami aspek positif dan kemampuan yang dimilikinya
    Berlatih untuk berinteraksi dengan orang lain
    Keluarga
    Mau dan mampu berperan serta dalam pemusatan kemajuan klien
    Membantu klien dalam pemenuhan aktivitas positif
    Menerima klien apa adanya
    Hindari pemberian penilaian negatif
    Perawat
    Lebih mengingatkan terapi theraupetik terhadap klien
    Menyarankan keluarga untuk menyiapkan lingkungan dirumah
    Meningkatkan pemenuhan kebutuhan dan perawatan klien
    Memberi reinforcement




DAFTAR PUSATAKA

Stuart, G.W. dan Sudeen, S.J. (1995). “Principles And Practice Of Psychiatric Nursing”. (6th ed). St. Louis : Mosby year book

Town send, M.C. (1998). “Diagnosa Keperawatan Psikiatri : Pedoman untuk pembuatan rencana keperawatan”. Jakarta : EGC (terjemahan).